Ridwan Kamil: Empat Hak Dasar Jadi Kunci Bahagia Anak

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Bunda PAUD Kabupaten Cirebon sekaligus Istri Bupati Cirebon, Hj. Nunung Imron, didampingi Kepala DPPKBP3A, Iyan Ediyana, mengikuti peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021 tingkat Provinsi Jawa Barat secara daring di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (28/7/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Bunda PAUD Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil , perwakilan Forkopimda dan dinas terkait.

Dalam sambutannya Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah menggelar acara Hari Anak Nasional tingkat Jawa Barat. Bahkan, kegiatan ini memberikan komitmen dan kerja nyata dalam pelindungan dan pemenuhan hak anak-anak di Jabar dengan menggelar vaksinasi untuk anak.

Dirinya turut mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan dan semua masyarakat untuk memprioritaskan anak dalam setiap pengambilan keputusan terbaik bagi pembangunan maupun keluarga.

“Kami mengajak semuanya untuk menerapkan prokes dengan 5M untuk memutus Covid-19. Jika sudah berumur 12 tahun ke atas maka segeralah melakukan vaksinasi. Dan Saya berpesan kepada anak-anak supaya tidak takut untuk divaksin. Karena dengan demikian, kalian sudah menjadi pahlawan dengan melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan Covid-19,” kata I Gusti Ayu.

I Gusti Ayu menjelaskan, sesuai dengan amanat  UU tentang perlindungan anak dan konvensi hak anak terdapat 4 hak dasar anak. Sebab, anak memiliki hak untuk hidup, untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpartisipasi.

“Empat hak tersebut harus dijamin pemenuhannya oleh semua pihak di sekitar kalian, mulai dari orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, media, pemerintah daerah maupun negara. Karena dengan terpenuhinya hak dasar anak ini nantinya akan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal, yang merupakan generasi muda dan calon pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

Selain itu, kata I Gusti Ayu, butuh kerjasama dan komitmen semua pihak untuk mewujudkan hak anak. “Semua orang harus terlibat dalam pemenuhan hak anak,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, program untuk anak itu sebenarnya cukup sederhana. Bahkan, tujuannya juga agar bagaimana membuat semua anak  bahagia.

“Bahagianya anak adalah karena sekolahnya lancar. Kebahagiaan anak adalah karena waktu bermainnya cukup. Kebahagiaan anak adalah kalau curhat ke orang tua ada tempat, kalau main ada tempat berkreasi. Itulah pentingnya hak anak kuncinya bahagia. Karena bahagia tidak terlalu dengan materi berlimpah, tetapi bahagia selalu mendapat kecukupan hal yang mendasar,” katanya.

Kang Emil sapaan akrabnya, mengajak kepada pengambil keputusan mulai kepala dinas, orangtua untuk ikut belajar memahami dari sudut pandang di bawah, jangan hanya melakukan pandangan dari atas.

“Kita juga harus melihat apa yang ada di hati anak-anak. Karena dunia sudah berubah, zaman kita sebagai anak-anak mencari informasi itu susah. Zaman sekarang memilah informasi yang susah karena informasi berjuta setiap harinya. Karena semua memproduksi informasi, yang mempunyai akun medsos tiap hari produksi informasi dan tidak semua informasi layak dikonsumsi. Maka tugas orang tua sekarang adalah memilah-milah dan menjelaskan kepada anak, karena informasi begitu deras dan harus dicermati,” katanya.

Kabid PPPA, Kabupaten Cirebon, Ida Laila Rupaida, M.Pd mengatakan, dalam Peringatan Hari Anak Nasional ini bagaimana semua bisa melakukan perlindungan terhadap anak dan  pemenuhan hak anak di Jabar, khususnya Kabupaten Cirebon.

“Mudah-mudahan pemenuhan hak anak di Jabar, khususnya di Kabupaten Cirebon bisa dipenuhi baik perlindungan anak dan haknya,” katanya.

Ida mengungkapkan, pelindungan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab sepihak saja tetapi itu merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan media massa semua bersatu padu bersinegri agar anak anak bisa dipenuhi haknya dan dilindungi dari tindak kekerasan.

“Saya berharap, mudah-mudahan walaupun di masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak tetap sehat kuat dan tetap bisa balajar dan mereka akan menjadi anak cerdas, ceria, kreatif dan menjadi harapan di masa depan,” katanya. (Rilis/Andi/SGO)