Ridwan Kamil: Perang Melawan Covid-19 Masih Lama

oleh -112 views

CIREBON, (SGOnline).-

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengingatkan seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk senantiasa menjaga semangat dan kekompakan. Perekonomian juga diminta untuk diperkuat kembali.

“Tampaknya perang kita menghadapi Covid-19 masih lama. Jadi jaga semangat, Forkopimda juga harus kompak dan saling mengingatkan. Jaga kesehatan mental dan fisik,” ungkap Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil saat rapat dengan Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis dan Bupati Cirebon, H Imron, di Hotel Prima, Rabu (5/8/2020).

Ia mengingatkan, walaupun vaksin saat ini akan diuji coba, namun kemungkinan baru bisa digunakan seluruh masyarakat sekitar 6 hingga 7 bulan lagi. Untuk itu dirinya meminta agar pemerintah daerah semakin menggalakkan penggunaan makser.

“Dari hasil penelitian, menggunakan masker itu sama dengan melakukan lockdown. Bedanya, kalau lockdown menimbulkan beragam dampak, hingga resesi ekonomi, sedangkan jika menggunakan masker, orang tetap bisa beraktivitas,” ungkapnya.

Panduan penggunaan masker, lanjut dia, sudah ada, yaitu peraturan gubernur yang juga mengatur sanksi. Sanksi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan, bisa sanksi sosial maupun sanksi berupa denda.

Kuatkan ekonomi

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru, Emil meminta kepada pemerintah daerah untuk kembali menguatkan ekonomi berdasarkan ciri khasnya masing-masing. Untuk Kota Cirebon diminta memperkuat sektor pariwisata.

Bahkan Emil yakin, pariwisata di Kota Cirebon bisa lebih cepat pulih dibandingkan Bali. Tarik wisatawan lokal sebanyak-banyaknya. Sedangkan di Bali sangat bergantung dengan wisatawan luar negeri.

Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon diminta untuk memperkuat sektor pertanian. “Di masa pandemi, sektor pertanian paling bisa bertahan terhadap krisis. Tapi pertanian yang berbasis 4.0, menggunakan teknologi dalam pengolahan hingga distribusinya,” pintanya.

Kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon, Emil meminta untuk memaksimalkan penyerapan belanja pemerintah. Ekonomi jalan karena 4 faktor, yaitu karena adanya ekspor, investasi, daya beli serta belanja pemerintah. Tiga faktor pertama hancur karena adanya Covid-19, yang tertinggal, yaitu belanja pemerintah.

Kabar baik

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, H Nashrudin Azis, mengungkapkan, adanya dana pinjaman untuk melaksanakan pembangunan merupakan kabar baik yang mereka terima. “Karena sejumlah dana pada APBD 2020 telah kena refocusing,” ungkap Azis.

Untuk penggunaan masker, jajaran Pemkot Cirebon juga akan semakin menggencarkan razia. Apalagi penggunaan masker sama dengan melakukan lockdown. Yang berbeda selama menggunakan masker, orang bisa tetap produktif, sehingga roda perekonomian bisa berjalan.

“Sementara lockdown justru berdampak buruk bagi perekonomian. Oleh karena itu, razia berkala akan kita gencarkan. Semoga masyarakat terus meningkatkan disiplin mengenakan masker, terutama jika ke luar rumah,” harap Azis. (Rilis/Herwin/SGO)