Riksa Budaya Jabar, Budaya Itu Seharusnya Menyenangkan dan Membahagiakan

oleh -70 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Untuk menguatkan kembali nilai-nilai budaya yang menjadi karakteristik pribadi masyarakat Jawa Barat dan dampaknya dapat meningkatkan indek pembangunan kebudayaan (IPK) di Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi setempat menggelar Riksa Budaya Jawa Barat di Indramayu.
Riksa Budaya Jawa Barat dengan mengangkat nilai budaya “Nuhun atau Matur Kesuwun” ini dipusatkan di lapangan Balai Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, (11/12/2019) sore.

“Nuhun atau Matur Kesuwun” sebuah nilai budaya yang hidup dan telah menjadi ciri sikap budaya masyarakat Jawa Barat. “Nuhun atau Matur Kesuwun”, tidak saja diartikan sebagai sikap yang menunjukkan rasa berterima kasih, hormat dan menghargai kepada sesama manusia, namun juga sikap bersyukur kepada alam, lingkungan dan tuhan,” ujar Gubernur Jawa Barat, HM Ridwan Kamil di hadapan para tamu undangan.

Dikatakan dia, riksa budaya mampu menjadi media yang menyentuh setiap pribadi masyarakat Jawa Barat untuk mampu menyadari dan menguatkan kembali nilai budaya yang direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai warga Jawa Barat saya merasa bangga dilaksanakannya Riksa Budaya Jawa Barat ini, karena budaya merupakan jati diri sebuah bangsa. Kami sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya Jawa Barat dengan salahsatunya mendirikan pusat-pusat budaya Jawa Barat.

“Riksa Budaya Jawa Barat 2019 ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh kabupaten/kota di Jabar sehingga akan terjadi gerakan budaya yang menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai budaya di seluruh wilayah Jawa Barat. Semoga kegiatan ini dapat dijadikan indikator kemajuan budaya Jawa Barat dan meningkatkan indeks pembangunan budaya di Jawa Barat dan dapat mempertahankan eksistensi hingga di genarasi yang akan datang,” ujarnya.

Budaya memiliki hubungan yang erat dengan pariwisata karena budaya di tempat pariwisata akan dapat memberikan nilai lebih bagi wisatawan yang datang untuk berkunjung ke tempat tersebut. Budaya sangat mempengaruhi prospek dari kegiatan pariwisata. “Budaya mencerminkan keadaan alam dan sosial suatu wilayah yang akan menjadi destinasi pariwisata,” terangnya.

Sementara Plt Bupati Indramayu, H.Taufik Hidayat mengatakan, Kabupaten Indramayu banyak memiliki budaya yang khas dan kaya. Oleh sebab itu seluruh masyarakat Indramayu harus mencintai dan melestarikan ragam budaya tersebut. “Sebagai masyarakat Indramayu, memiliki kewajiban untuk melestarikan berbagai budaya yang kita miliki,” imbaunya.

Ditemui Surya Grage Online, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jawa Barat, Febiyani menyatakan, kegiatan riksa budaya merupakan plafon gerakan nilai budaya di Jawa Barat yang bertujuan untuk mengangkat dan menguatkan hingga menjadi ketahanan budaya. Uniknya Riksa Budaya Jabar ini mengangkat budaya lokal yang ada dimiliki Indramayu, salah satunya interaksi Ki Dalang Cepak dengan Gubernur Jawa Barat.

Dengan kata lain, kegiatan budaya tidak harus dilakukan secara formal dan pendekatan budaya harusnya menyenangkan dan membahagiakan. “Nilai budaya matur kesuwun itu, mengartikan warga Jawa Barat yang berterima kasih dan bersyukur terhadap alam maupun lingkungan. Yang terpenting, gerakan budaya ini sudah dimulai semoga dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat,” terangnya. (Rat/SGO)