Roti Bakar Golden, Kerja Keras Membuahkan hasil

oleh -192 views

ADA sebuah pepatah bijak mengatakan, 时间不能重复,已经过去的只是一个记忆。无法播放。利用时间,以后再后悔 Shíjiān bùnéng chóngfù, yǐjīng guòqù de zhǐshì yīgè jìyì. Wúfǎ bòfàng. Lìyòng shíjiān, yǐhòu zài hòuhuǐ.

Kalimat itu mengandung arti, waktu tidak dapat terulang, yang sudah terlewati hanya jadi kenangan. Waktu tidak dapat diputar. Oleh sebab itu, manfaatkan waktu supaya tidak menyesal kemudian.

Jika ingat Roti Bakar Golden, teringat kembali kenangan di tahun 1984. Ketika itu, Daniel Arief Sugianto mengajak saya makan roti bakar Golden di Jalan Kalibaru Selatan. Pada tahun 1986-an, setiap Sugandi Bunyamin datang dari Jakarta ke Cirebon, selalu mengajak saya makan Roti Bakar Golden bersama Ades Gunali.

Di tahun 1989, Juniarto traktir saya makan roti bakar Golden. Saat itu, saya bertemu Sammy Samuel, Mira Tjahtjapranata, dan Lidia Agustam bersama kawan kawan PD Ecclesia. Setiap pulang dari PD Ecclesia, pimpinan Ibu Nani Susanti, kami selalu makan roti bakar Golden. Bagi kami, roti bakar Golden merupakan tempat nongkrong yang nyaman dan mengasyikan.

Dinamakan roti bakar Golden, karena di Jalan Kalibaru Selatan, di tahun 1980-an ada gedung Bioskop Golden. Sabtu malam Minggu, biasanya sehabis nonton Bioskop Golden, pulangnya makan roti bakar Golden.

Hermawan bersama istrinya, Tan Lian Eng tahun 1982 membuka roti bakar dekat Bioskop Golden. Akhirnya roti bakar mereka dinamakan roti bakar Golden. Dulu usaha roti bakar mereka masih berupa warung tenda, kini usaha mereka berkembang, dan dapat membeli rumah di Kalibaru Selatan dan dijadikan tempat roti bakar.