Satu Pohon Miliki Kandungan 500 Liter Air

oleh -79 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

“Satu pohon memiliki kandungan 500 liter bagi kehidupan manusia, dengan satu pohon dapat menghidupi dua orang untuk bernafas, karena pohon memiliki arti penting bagi kehidupan manusia,” ujar Daeng Ali, Ketua Gema Jabar Hejo DPD Kuningan, saat memberikan materi eco-education tentang reboisasi dan generasi di SMP Negeri 1 Kuningan, Jumat (29/11/2019).

Daeng Ali pun memberikan edukasi kepada siswa SMPN 1 Kuningan yang tergabung pada eskul lingkungan tentang pentingnya pohon bagi bumi, karena dengan satu pohon bisa menghasilkan 500 liter air, dan memberikan kesejukan udara bagi 10 orang, dibandingkan dengan penyejuk ruangan.

“Dengan adanya pohon bisa membuat udara sejuk alami bagi 10 jiwa dibandingkan air conditioning, makanya bila adik-adik melewati daerah yang banyak terasa dingin dan sejuk karena pohon mengeluarkan oksigen yang alami,” tutur Ali.

Selain itu, Ali memberikan penyuluhan tentang pengetahuan perilaku manusia saat bersahabat dengan lingkungan melalui gerakan nyata, yaitu dengan 5M.

“Mendemo, yaitu melakukan aksi gerakan menanam pohon, lalu dengan menghasut yaitu mempengaruhi orang untuk peduli lingkungan, menyuap dengan memberikan tanaman kepada orang untuk bisa menanam, menimbun yaitu menanam pohon yaitu membuat bibit pohon untuk bisa ditularkan kepada orang lain, serta memprovokasi yaitu mempengaruhi orang lain untuk melakukan aksi peduli lingkungan,” pesannya.

Selain Eco Education tentang reboisasi dan revitalisasi, GJH pun memberikan penyuluhan tentang betapa pentingnya bersahabat dengan sampah, karena membuang sampah sembarangan akan menyebabkan bencana terutama bagi sungai dan lingkungan.

“Kita harus bisa mengenali jenis sampah, yaitu antara sampah organik dan non organik, adik-adik perlu tahu bahwa sampah plastik itu tidak didaur ulang hingga ratusan tahun. Makanya saya harap adik-adik bisa menyebarkan kebaikan dan menjadi pemicu untuk yang lainnya agar bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan memisahkan sampah organik dan non organik,” ucap Deri, dari Divisi Program GJH DPD Kuningan, yang juga pencetus Gerakan Sapu Bersih Aliran Sungai Cisanggarung (Gas Beracun).

Terlihat para murid begitu antusias saat eco education berlangsung seperti yang dirasakan oleh Vina, siswi kelas 8. Ia mengatakan begitu senang dan menyukai cara penyampaiannya.

“Eco education dari Gema Jabar Hejo, asyik terus cara penyampaian mudah dipahami dan ngga ngebetein, mudah nanti bisa ada lagi eco education seperti ini,” ujar vina yang merupakan anggota ekstra kulikuler Lingkungan Hidup.

Eco education Gema Jabar Hejo merupakan salah satu program GJH yang ditujukan bagi pelajar mulai dari usia Paud, hingga mahasiswa tentang pengetahuan akan reboisasi dan regenerasi pohon bagi hutan. (Andin/SGO)