Satu RW di Sunyaragi Ditetapkan Jadi Zona Merah Covid-19

oleh -151 views


CIREBON, (SGOnline).-

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) untuk mengikis penularan covid-19.

Hal itu dikatakan Pj Sekda Kota Cirebon, Nanin Hayani, usai menghadiri rapat pembahasan rancangan Peraturan Walikota (Perwal) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, Kamis (25/6/2020).

“Di masa AKB, sektor ekonomi diaktifkan, namun soal kesehatan juga harus tetap diprioritaskan, seperti pakai masker dan rajin cuci tangan. Perwal ini merupakan pedoman bagi aparat dan masyarakat agar tidak lagi ditemukan kasus corona baru,” katanya.

Terkait sektor ekonomi yang dibuka pada masa AKB, Nanin mengungkapkan untuk sektor usaha hiburan seperti karaoke dan lain sebagainya masih belum diizinkan mengingat resiko penularan di tempat tersebut masih cukup tinggi.

“Sedangkan untuk aktivitas sekolah akan dimulai pada 13 Juli 2020, tapi sistem belajarnya masih tetap dilakukan di rumah secara online,” ujarnya.

Rekomendasi PSBB

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, H Edy Sugiarto, menambahkan, untuk pencegahan penularan covid-19 di masa AKB, Dinkes akan terus melakukan rapid test dan swab, sampai tidak ada temuan baru kasus positif corona. “Bismillah, AKB bisa diterapkan di Kota Cirebon, tapi kami imbau penerapan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan,” pintanya.

Ia memaparkan, kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan covid-19. Jika terjadi ledakan kasus positif covid-19 baru, maka rekomendasi Dinkes adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan kembali.

READ  Pemkot Cirebon Terpaksa Sesuaikan RPJMD

“Secara umum seluruh kecamatan di Kota Cirebon merupakan zona hijau, hanya Sunyaragi yang merah dan itupun di satu RW,” pungkasnya. (Rilis/Erwin/SGO)