Sejak Dulu Karangsong Jadi Sentra Pembuatan Kapal Ikan

oleh -133 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Cakupan wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Indramayu saat ini terdiri dari 31 kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan dengan luas wilayah 204.011 hektare atau 2.040.110 km dengan panjang garis pantai 147 km yang terbentang sepanjang garis utara Cirebon-Subang.

Jumlah penduduk Indramayu saat ini hampir mencapai 2 juta orang, mayoritas mata pencaharian warganya selain sebagai petani juga sebagai nelayan. Tak heran, apabila melintas di sepanjang Sungai Prajagumiwang hingga Pantai Karangsong banyak ditemui aktivitas pembuatan kapal ikan berbagai ukuran.

Pembuatannya masih tradisional dan dikerjakan melalui tenaga ahli warga sekitar wilayah Karangsong. Para pemesannya kebanyakan para juragan lokal yang berdomisili di sekitar wilayah Karangsong, di antaranya Desa Karangsong, Pabean Udik, Paoman, Tambak.

Ditemui Surya Grage Online, Senin (18/11/2819), Kasi Kemitraan Usaha Teknologi dan Informasi Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil pada Diskanla Indramayu, Saefuddin mengatakan, saat ini pembuatan kapal ikan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pesanan kapal ikan minimal berbobot 70 gross tonagge (GT) yang mencapai sekitar 9 – 11 unit.

Disebutkan dia, harga setiap kapal yang berbobot 70 GT komplit sekitar Rp 6 miliar, untuk pembuatan satu unit-nya memakan waktu sekitar enam bulan dengan syarat bahan bakunya sudah tersedia dan cara pembuatan masih menggunakan peralatan tradisional. “Pembuatan kapal ikan berbobot minimal 70 GT menggunakan bahan baku kayu berkualitas tinggi, seperti jati dan meranti yang didatangkan dari Kalimantan,” ujarnya.

Sentra pembuatan kapal di Desa Karangsong tersebut, sambung dia, sudah berlangsung secara turun temurun dan sepenuhnya dikerjakan oleh arsitek dan pekerja asli Indramayu. Bahkan, para pembuat kapal ikan ini kerap diminta membuat kapal ikan di luar daerah. Salah satunya di Tegal Jawa Tengah.

Kapal-kapal berbobot besar asal Desa Karangsong itu berlayar mencari ikan ke berbagai perairan Indonesia, seperti Papua, Kalimantan, Sumatera maupun wilayah perairan lainnya. “Jumlah nelayan Indramayu saat ini sekitar 39.000 dan sebagian nelayan sudah memiliki asuransi melalui program pemerintah. Mereka berlayar mencari ikan di berbagai perairan Indonesia,” katanya.

Semantara usai rapat DPRD Indramayu, Senin (18/11/2019) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, H. Abdur Rosyid Hakim menyatakan, Karangsong tidak pernah berhenti membuat kapal ikan dengan ukuran yang terus bertambah besar, dengan bertambahnya jumlah kapal-kapal besar berdampak pada produksi ikan yang terus mengalami peningkatan.

Peningkatan produksi tangkap ikan setiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 6 persen atau sesuai pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2019 ini hasil tangkapan ikan mencapai kisaran 187 ton. “Untuk merapikan tempat pembuatan kapal, rencananya ke depan akan dibangun kolam pelabuhan,” ungkapnya. (Rat/SGO)