Sejarah Kaligrafi Tiongkok

oleh

我们今天使用的技术和今天享受的技术是我们前辈辛勤工作的结果,不要忘记他们的服务,因此我们的辛勤工作也不会被忘记 Wǒmen jīntiān shǐyòng de jìshù hé jīntiān xiǎngshòu de jìshù shì wǒmen qiánbèi xīnqín gōngzuò de jiéguǒ, bùyào wàngjì tāmen de fúwù, yīncǐ wǒmen de xīnqín gōngzuò yě bù huì bèi wàngjì.

Artinya, teknologi yang kita gunakan saat ini, dan teknologi yang kita nikmati saat ini adalah hasil kerja keras pendahulu kita, jangan lupakan jasa-jasa mereka, supaya kerja keras kita juga tidak dilupakan sejarah.

Penulis teringat kepada Tan Siauw Sien, Sastrawan Tionghoa Cirebon yang ahli membuat kaligrafi Tiongkok. Kata-katanya begitu indah, dan lukisannya juga memesona.

Penulis suka main ke rumah Tan Siauw Sien karena Dominikus Setiadi, Yoseph Setiadi dan Theresia anak, Tan Siauw Sien merupakan sahabat saya. Tan Siauw Sien menghasilkan puluhan buku karya sastra Tionghoa. Karya Sastra Tan Siauw Sien mengandung makna yang dalam dan bagus.

Beliau dan istrinya adalah salah satu pendiri MSC (Mandarin Study Centre) Cirebon. Mereka berdua merupakan mantan guru Sekolah Tionghoa Hwei Koan. Di Bandung, Tjutju Widjaja terkenal sebagai pelukis kaligrafi Tiongkok yang berhasil menjadi juara 2 International Kaligrafi Tiongkok tahun 2010 di Shanghai, Tiongkok.

Kaligrafi Tiongkok adalah teknik menulis indah karakter Hanzi (aksara Tionghoa), menggunakan tinta yang dituangkan dalam media tulis, bisa kertas atau media tulis lainnya.

Gelar bangsawan

Pada tahun 101 M Cai Lun adalah orang pertama yang menemukan kertas dari bahan bambu. Cai Lun atau Tsai Lun (50-121 M). Cai Lun adalah Kasim Istana.

Pada tahun 105, Cai Lun mempersembahkan contoh kertas pada Kaisar Han Hedj (memerintah tahun 86-106M), konon katanya Kaisar Han Hedi naik tahta pada usia 9 tahun.

Penemuan kertas dari bambu membuat Cai Lun naik pangkat, mendapat gelar kebangsawanan dalam kekaisaran. Tsai Lun lahir di Leiyang, Guiyang.

Aksara Tiongkok diciptakan seorang tokoh bernama, Cang Jie pada zaman Kaisar Huang Di (Kaisar Kuning 2698-2598 SM). Sebelum ada kertas, tulisan kaligrafi Tiongkok dituliskan di atas kain sutra, potongan bilah bambu, ukiran batu, di cangkang kura-kura atau potongan tulang yang dikenal sebagai piktograf.

Batang tinta pertama kali dibuat Xing Yi pada masa Dinasti Zhou Barat (1100-770SM). Saat itu, batang tinta dibuat dari arang pinus yang di tumbuk halus, jadi bubur kemudian dibuat jadi batangan. Perkembangannya dibuat dari arang damar dan pernis. (*)

Oleh Jeremy Huang