Seribu Warga dan Ormas Kawal Penyegelan Batu Satangtung

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Sekitar seribu pengunjuk rasa yang terdiri dari warga Cisantana dan ormas keagamaan, mengawal penyegelan Tugu Satangtung di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (20/7/2020) pukul 11.00 WIB.

Jarak Tugu Satangtung dengan lokasi kumpulan massa sekitar 2 km. Massa yang datang di luar prediksi.
Sempat berlangsung ricuh karena massa yang datang tidak terbendung, namun beberapa koordinator ormas bersama petugas berhasil menenangkan.

“Ini bukan demonstrasi, tapi kami ingin penyegalan ini berjalan lancar. Yang penting intinya, batu satangtung bisa disegel tanpa insiden,” ujar Dadan Somantri, salah seorang koordinator aksi.

Humas MUI Desa Cisantana, Abidin, mengatakan, penyegelan batu Satangtung yang dilakukan Pemkab Kuningan sejalan dengan penegakan hukum.

“Kami mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab, ini melalui proses hukum, bukan dadakan dan lobi-lobi. Soalnya, izin mendirikan bangunannya tidak ada,” ungkap Abidin.

Pengawasan

Sementara itu, Kasatpol PP Kunungan, Indra Purwantoro, mengungkapkan, penyegelan baru akan dibuka, jika sudah memenuhi seluruh persyaratan.
“Setelah penyegelan, akan ada pengawasan selama 7 hari. Kemudian, bila selama jangka waktu itu, belum mampu menunjukkan legalitas perizinan, maka kami berikan waktu selama 30 hari untuk membongkar sendiri,” tegas Indra.

Sebelumnya, Pemkab Kuningan melalui Satpol PP, melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali.
Penyegelan berlangsung aman dan tertib, massa terus menggemakan takbir usai penyegelan tersebut.

Ketua FPI Kuningan, Ustadz Edin Kholidin, mengucapkan, terima kasih kepada Satpol PP yang menyegel batu satatung. “Teman-teman Alhamdulillah, hari ini batu Satangtung disegel dan kita menyaksikan langsung penyegelannya, Takbir, Allahu Akbar,” tegasnya. (Ruddy/SGO)