Suami Tega Jual Istri Rp 500.000 ke Pria Hidung Belang

oleh -190 views


SURABAYA, (SGOnline).-

Seorang suami berinisial SDM (35 tahun), warga Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, tega menawarkan istrinya ke lelaki hidung belang dengan tarif antara Rp 500.000 hingga Rp 900.000 sekali main.

Ia berdalih, terpaksa menjual istrinya karena himpitan ekonomi, tingginya libido istri dan istrinya pernah mengkhianati pernikahannya dengan pria lain.

Untuk ‘memasarkan’ istrinya, SDM memposting via Facebook. Setelah memposting, kemudian pelaku mendapatkan pesan dari calon pelanggannya. Mereka lalu bernego harga dan menentukan lokasi pertemuan selanjutnya.

“Kami mengamankan satu pelaku, dia menawarkan istrinya untuk layanan seksual,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ardian kepada detikcom, Jumat (19/6/2020).

Ardian menjelaskan, terbongkarnya kasus suami jual istri ini berkat patroli siber yang dipimpin KBO Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Harun.

“Setelah kami telusuri ternyata ada transaksi seperti itu. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan penangkapan pelaku,” imbuh Ardian.

Penggerebekan

Polisi melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel di Jalan Mastrip, Surabaya. Saat digerebek, pelaku sedang bertransaksi dengan pelanggan.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti, berupa bill hotel, uang tunai Rp 500 ribu, satu handphone dan pakaian dalam. Polisi juga mengungkap, tarif layanan seks yang ditawarkan pelaku kepada pelanggan mulai Rp 500.000 hingga Rp 900.000.

Awalnya, SDM menyampaikan dua alasan mengapa nekat menjual istrinya ke lelaki hidung belang. Pertama, karena desakan ekonomi dan kedua lantaran libido sang istri terbilang tinggi. Namun terakhir ia mengaku jika istrinya pernah selingkuh.

READ  Kasus Rasisme Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi

“Saya tidak bekerja pada saat awal lockdown (PSBB) ini. Karena butuh duit. Sebelum istri juga begitu (memiliki libido tinggi), akhirnya minta dicarikan, ya saya carikan (pelanggan),” kata SDM kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya.

Atas kejahatannya, pelaku terancam dijerat pasal 2 UURI No 21 Tahun 2007 tentang TPPO, dan atau 296 KUHP dan atau 506 KUHP. (SGO)

Sumber: detikcom