Suku Dayak yang Disegani Dunia Internasional

oleh -184 views

KALIMANTAN, (SGOnline).-

Kalangan internasional lebih mengenal Kalimantan dengan sebutan Borneo. Pulau terbesar ketiga di dunia ini merupakan kawasan eksotis yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang tak ternilai. Bahkan, para ahli biologi menemukan kurang lebih 11 ribu spesies, tumbuhan dan satwa di daerah ini. Wajar saja, jika Kalimantan menjadi universitas alam yang mengundang banyak ahli dari penjuru jagat untuk mengamati beragam tumbuhan dan satwa di sana.

Kalimantan memang unik. Karena terletak di garis katulistiwa, daerah ini menjadi prototipe kawasan hujan tropik yang paling ekstrem. Perpaduan curah hujan yang tinggi dan sengatan matahari yang dalam waktu tertentu mencapai titik 0 derajat di atas kepala, mengakibatkan wilayah ini ditumbuhi belantara hutan primer dan ratusan sungai besar dan kecil yang hampir tak pernah kering airnya.

Di tengah alam yang belum semua tersentuh itu, hidup sekelompok masyarakat yang telah mendiami tanah itu sejak ratusan tahun lampau. Selama itu, mereka mengembangkan sistem budaya yang diadopsi dari kedekatan kelompok pada hutan, sungai dan gejala-gejala alam. Komunitas etnis tertua di wilayah itu disebut suku Dayak.

Sejauh ini, orang Dayak masih menganut animisme dan dinamisme. Beberapa suku menyebutnya Kaharingan. Kepercayaan turun temurun ini meyakini bahwa alam sekitar dipenuhi makhluk-makhluk halus dan roh-roh yang tinggal di setiap benda, seperti pohon, sungai, dan batu. Orang Dayak percaya, roh nenek moyang akan menjaga mereka dari gangguan makhluk-makhluk halus yang jahat.

Bila membicarakan suku yang satu ini, memang banyak cerita seram dan gahar. Suku Dayak punya riwayat bikin Belanda kalang kabut saat menjajah negara kita. Mereka bahkan berhasil membuat serdadu negeri kincir angin itu ‘pulang kampung’. Katanya sih karena banyak hal mistis yang terjadi pada mereka di sana. Tapi kesohoran Dayak tak cuma sampai situ.

Apa yang bikin Suku Dayak disegani dunia

1. Tato

Tato bagi suku dayak adalah tradisi yang mempunyai makna tersendiri. Kultur tato dari suku dayak adalah salah satu yang tertua di dunia. Bagi mereka, makin banyak tato di tubuh pria Dayak, maka sudah banyak pula daerah Dayak yang sudah ia kunjungi. Dan asal tahu saja, menginjakkan kaki dari satu daerah ke daerah Dayak lainnya bukan hal mudah. Selain jaraknya yang ratusan kilometer, hal ini dilakukan dengan jalan kaki dan menembus lebatnya hutan liar.

2. Mandau, Parang Mematikan

Mandau adalah semacam parang yang selalu dibawa-bawa oleh pria Dayak. Meskipun sedang tidak ada bahaya atau perang, membawa Mandau memang sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban bagi para pria Dayak untuk berjaga-jaga. Meskipun demikian, ada beberapa aturan dalam memakai Mandau. Di antaranya, Mandau tidak boleh digunakan untuk mengancam dan hanya boleh digunakan untuk membela diri.

Mandau juga tidak boleh dikeluarkan sembarangan dari sarungnya. Konon, jika mandau sudah keluar dari sarangnya, mau tidak mau harus ada korban yang tewas. Tidak sedikit saksi mata yang mengatakan bahwa Mandau bisa terbang dan membunuh mengasanya begitu saja, karena parang satu ini memang mempunyai kekuatan magis.

3. Ilmu Gaib

Sebelum beberapa agama mulai populer di tanah Borneo, suku dayak memang menganut paham animisne. Mereka menyembah roh-roh leluhur dan melakukan ritual-ritual pemujaan pada roh-roh tersebut. Konon, ilmu gaib orang Kalimantan dikirim melalui median angin atau dikenal dengan ‘racun paser’.

Ketika racun paser telah masuk ke tubuh seseorang, maka orang itu akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh. Kulitnya akan kering seperti dihisap oleh tulang sendiri. Dan rasa gatal tidak hanya terasa di kulit, namun juga terasa sampai ke tulang belulang. Ilmu-ilmu yang dikirim lewat media yang kasat mata inilah yang membuat misteri di tanah Borneo semakin kental.

4. Sumpit Beracun

Pada zaman penjajahan, ketika Belanda sudah mengenal teknologi pistol dan peluru, masyarakat Dayak hanya melawan mereka dengan sumpit. Senjata yang digunakan dengan cara ditiup ini memang sudah dikenal beracun dan mematikan. Menurut Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chandra Putra, penjajah Belanda sering bilang menghadapi pasukan hantu, karena kedatangan mereka selalu tiba-tiba dan begitu cepat.

Sumpit beracun memang bisa menaklukkan lawannya dengan cara yang cukup sadis. Biasanya, anak sumpit akan diarahkan ke leher. Begitu tertancap anak sumpit, maka korban akan kejang-kejang hingga tewas. Hal mematikan tersebut terjadi hanya dalam hitungan menit.

5. Pasukan Hantu

Ketika Belanda menjajah Indonesia dan datang ke Kalimantan, mereka ketakutan karena tanah Borneo punya pasukan menakutkan yang mereka sebut dengan ‘The Ghost Warrior’ alias ‘Pasukan Hantu’. Ada yang berteori bahwa pasukan hantu sebenarnya adalah para prajurit suku Dayak, namun ada juga yang mengatakan pasukan hantu adalah ‘Panglima Burung’ yaitu makhluk halus yang sangat dipercayai oleh suku Dayak yang tugasnya melindungi segenap suku Dayak.

Menurut cerita orang-orang Dayak yang hidup di zaman penjajahan, Belanda ketakutan pada suku Dayak karena kemampuan perang mereka. Orang Dayak menyerang penjajah dengan menggunakan sumpit dan mandau, yang jika sudah digunakan, pasti menelan korban nyawa. Sementara jika peluru Belanda mengenai orang Dayak, maka korban akan sembuh dengan bantuan sikerei (dukun) setempat dalam hitungan hari. Itulah yang akhirnya membuat Belanda hengkang dari Bumi Borneo.

 sumber : boombastis.com/suku-dayak/38738 dan berbagai sumber