Terlibat Narkoba, IRT dan Wartawan Diringkus Polisi

oleh -161 views


KUNINGAN, (SGOnline).-

Kaum perempuan, terutama dari kalangan ibu rumah tangga (IRT), kini mulai menjadi sasaran bandar narkoba. Mereka ‘diperalat’ untuk menjalankan bisnis haramnya. Terbukti, 3 dari 10 tersangka yang diamankan Satres Narkoba Polres Kuningan merupakan IRT.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan, narkotika bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. Oleh karenanya, ia meminta IRT untuk memilah teman. Jauhkan diri dari teman yang sekiranya dapat menjerumuskan ke lingkaran obat terlarang.

Didampingi Wakapolres, Kompol Jaka Mulyana dan Kasat Resnarkoba, AKP Arief Herbudi, Kapolres menyebut, inisial tersangka, yaitu ZSM (warga Kecamatan Cibeureum), BP (Kecamatan Darma), AZA (Kecamatan Ciawigebang), FCD (Kecamatan Kuningan), HS (Kecamatan Kalimanggis) dan YI (Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singgigi Riau).

Kemudian tersangka IN (Kecamatan Kalimanggis), W (Kecamatan Weru, Cirebon), THA dan MS (Kecamatan Cigandamekar). Dari tangan tersangka, didapat barang bukti berupa sabu (1,75 gram), ganja (9,52 gram), tembakau gorilla (10 gram), obat Dextromethorpan (1.275 butir), Trihexyphenidyl (385 butir), Tramadol (199 butir) dan 1 set alat bantu hisap (bong), berupa pipet kaca dan sedotan botol larutan.

“Adapun pasal yang disangkakan kepada pelaku penyalahguna tembakau gorilla, pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1), Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” terang Kapolres saat konferensi pers di Aula Wirastaya Pradhana Mapolres setempat, Senin (22/6/2020).

READ  Tega, Pria Paruh Baya Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur

Denda hingga Rp 1,5 miliar

Sedangkan, untuk tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja dikenai pasal 111 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian, kepada penyalahguna obat-obatan dikenakan pelanggaran pasal 197 jo pasal 196 Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Untuk penyalahguna narkotika jenis sabu dikenai pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 jo pasal 127 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman atas pelanggaran pasal-pasal tersebut, penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 15 tahun, dan atau hukuman denda antara Rp 800 juta hingga Rp 1,5 miliar.

“Mereka bukan berasal dari luar Jawa, tapi sudah lama menetap di Kalimanggis. Ya, ada juga satu oknum wartawan yang terciduk menggunakan narkotika jenis shabu. Ia sebagai pengguna dan akan dipertimbangkan untuk terapi,” tandasnya. (Ruddy/SGO)