Tiga Saksi Dihadirkan dalam Perkara Ujaran Kebencian yang Dilakukan Chu Yen

oleh -8 views

CIREBON, (SGOnline).-

Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon menggelar sidang lanjutan perkara penghinaan terhadap ulama dan ujaran kebencian. Sidang dipimpin Hakim Ketua Aryo Widiatmoko didampingi dua hakim anggota, Erita Harefa dan Raden Danang Noor Kusumo, di ruang sidang utama, Rabu (4/11/2020).

Dalam persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga saksi pelapor, masing-masing Abdul Syakur dari Ponpes Benda Kerep, Jaenal Abidin dan Habib Soleh Heru Assegaf. Sementara terdakwa Agus Nurrochman alias Chu Yen dihadirkan melalui virtual dari Rutan Kelas 1 Kesambi.

Dalam berkas perkara terdakwa Chu yen, menurut Humas PN Cirebon, Asyrotun Mugiastuti, terdakwa dikenakan pasal 45 A ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ditanya usai sidang, Abdul Syakur, salah satu saksi menjelaskan, di persidangan hakim menanyakan sesuai apa yang disampakan yang tertulis di BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

“Di antaranya, hakim menanyakan kenapa sampai lapor polisi? Ya saya jawab, sebagai orang Islam, ketika ada konten provokasi dan penghinaan terhadap ulama, maka hal ini tidak bisa dibiarkan.” ujar Ust Abdul Syakur.

Ust Abdul menambahkan, saat lapor polisi mereka diterima dengan baik. Pelapor ada yang dari pesantren, LSM, ormas dan MUI. Kehadiran MUI diharapkan bisa meredam gejolak yang mungkin terjadi.

“Ini menjadi pembelajaran untuk semua. Kalau membuat konten jangan sampai menyinggung suku, agama dan ras. Kita hidup berdampingan saja dan utamakan kedamaian dan kenyamanan dalam bermasyarakat, bukan bermusuhan,” terangnya. (Herwin/SGO)