Tim Saber Pungli Jabar Sidak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Pelayanan publik di Jawa Barat, termasuk di wilayah Cirebon, diawasi ketat. Upaya itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai prosedur, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara terpelihara dengan baik.

Untuk itu, Satgas Saber Pungli Jabar melakukan inspeksi mendadak di salah satu pelayanan publik di Cirebon, yakni Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon. Dalam sidak tersebut, seluruh aspek pelayanan diperiksa mulai dari yang paling kecil hingga besar.

Ketua Pelaksana Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, sekaligus Irwasda Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Syahri Gunawan, mengatakan, titik rawan pungli terjadi pada pelayanan yang kecil-kecil, karena dari yang kecil bisa merembet ke yang lebih besar.

“Dari hal kecil ini kita awasi dan koordinasi betul dengan pelayanan publik, supaya bisa dicegah secepat mungkin,” katanya, Rabu (5/7/2020).

Menurutnya, pelayanan keimigrasian yang rawan disalahgunakan adalah pembuatan pasport, umpannya diulur-ulur kalau ingin cepat ada uang jasa. “Tapi, Alhamdulillah di Imigrasi Cirebon ini tidak terjadi. Bahkan banyak inovasi pelayanan publik yang menutup celah terjadinya pungli,” katanya.

Masyarakat sampai atasan

Di kesempatan yang sama, Kabid Ops Satgas Saber Pungli Prov. Jabar, AKBP Harso Pudjo Hartono, menyatakan, selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus praktek pungli, jajarannya pun melakukan pembinaan pada atasan-atasan pelayan publik. “Arah kebijakan kami juga melakukan pembinaan kepada atasannya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, hingga kini menurut data yang ada di Posko Saber Pungli sekitar 10.000 kasus pungli terjadi di Jawa Barat, namun jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya.

“Untuk jumlah detailnya ada di posko, tapi yang pasti sekitar 10.000-an dari yang kecil-kecil, nilainya seribu dua ribu sampai dengan yang dilakukan oleh aparatur pelayanan,” terangnya. (Andi/SGO)