TMMD, Mampu Bangun Chemistry TNI Rakyat dan Bangun Negeri

oleh -144 views

GARUT, (SGOnline).-

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program yang dilaksanakan secara lintas sektoral. Tujuannya, membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan.

Di wilayah Kodam III/Siliwangi, yang meliputi Provinsi Jawa Barat dan Banten, TMMD ke-108 tahun 2020 dilaksanakan di 4 wilayah Kodim, yaitu Kodim 0605/Subang, Kodim 0611/Garut, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi dan Kodim 0623/Cilegon.

Secara garis besar, sasaran TMMD di keempat wilayah Kodim tersebut relatif sama, yaitu pembangunan sarana fisik berupa pembukaan ataupun peningkatan sarana jalan yang merupakan urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat.

Kemudian, perbaikan sarana umum, tempat ibadah dan rumah tidak layak huni serta pembangunan non fisik, seperti penyuluhan dan peningkatan kesadaran Bela Negara.

Bergotong royong

Saat penulis bersama kru Pendam III/Slw melakukan kunjungan ke salah satu tempat pelaksanaan TMMD, di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut, tepatnya di Desa Wanakerta.

Warga terlihat sangat antusias bergotong royong bersama anggota TNI mengerjakan pembuatan jalan serta parit di kiri kanan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Wanakerta dan Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Sedangkan di wilayah Kodim 0605/Subang, tepatnya di Desa Telagasari, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, jalan sepanjang 8.5 km dengan lebar 20 meter dibuka untuk menghubungkan Desa Cintamekar, Kecamatan Serang Panjang, dengan Desa Banggalamulya Kecamatan Kalijati. Akses tersebut akan menjadi urat nadi pengembangan perekonomian masyarakat sekitar.

Sejalan dengan terbukanya jalan di Desa Telagasari, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, ternyata salah satu tempat di kilometer 2,5 menjadi salah satu tempat favorit dikunjungi masyarakat, yaitu Bukit Jimat Siliwangi.

Mulai menggeliat

Walau masih tanah merah, banyak masyarakat yang mulai berkunjung, dan perekonomian masyarakat mulai menggeliat. Pedagang makanan dan warung mulai ramai pembeli, karena akses jalan mudah. Bahkan ada warga yang menggunakan sepeda menikmati jalan baru tersebut.

Dampak positif program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 0605/Subang bagi warga mulai tampak. Salah satunya, dialami Asni (43 tahun), warga Desa Telagasari, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang.

Usaha warung sate yang ada di sekitar lokasi TMMD menjadi ramai pembeli. Pemilik warung sate mengaku pendapatannya meningkat tajam dibanding hari-hari sebelum ada TMMD.

Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD Kodim 0605/Subang juga melaksanakan pembangunan 2 unit rumah yang semula tidak layak huni milik Nemah dan Asep, 2 poskamling dan pengecatan rumah ibadah. Dalam pengerjaannya dilakukan secara bergotong royong dengan masyarakat dan selesai menjelang 6 hari, sebelum penutupan sudah rampung.

Merasa kehilangan

Eman (43 tahun), salah seorang warga setempat, mengungkapkan, dirinya bersama warga akan merasa kehilangan jika TMMD di wilayahnya sudah berakhir.

Menurut Eman, kebersamaan yang terjalin sejak kegiatan pra TMMD hingga saat menjelang penutupan, cukup erat dan mereka sudah menggap anggota Satgas TMMD seperti keluarga sendiri.

Program TMMD ke-108 untuk pembangunan fisik, dan non fisik, yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0611/Garut, dan Kodim 0605/Subang, ternyata juga dilaksanakan di wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut tampak dari hasil pengerjaan Satgas TMMD Kodim 0622/Kab. Sukabumi, yakni pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan desa dengan panjang 1,6 km dan lebar 2,5 meter, pembangunan gorong-gorong 7 unit, pembangunan TPT panjang 217 meter, lebar 0,25 meter, dan tinggi 1,8 meter.

Pengerasan jalan

Kemudian, pengerasan jalan desa dengan panjang 850 meter, lebar 2 meter, dan tebal 0,15 meter, pengerahan jalan rabat beton ruas 1 panjang 600 meter, lebar 1 meter, tebal 0,08 meter, pengerahan jalan rabat beton ruas 2 panjang 650 meter, lebar 2 meter, tebal 0,08 meter.

Lalu, pengerahan jalan rabat beton ruas 3 panjang 750, lebar 1 meter, tebal 0,01 meter, pembangunan sarana air bersih sumur bor 3 unit, pembangunan MCK 3 unit, pembangunan posyandu 1 unit.

Selain itu, pembangunan jembatan gantung panjang 40 meter lebar 1,2 meter tinggi 8 meter, pembangunan bronjong panjang 78 meter persegi, dan rehabilitasi RTLH 10 unit. Ketika tulisan ini dibuat, 90 persen pengerjaannya selesai.

Walaupun secara resmi, TMMD dibuka pada 30 Juni 2020 lalu. Namun di wilayah ini, kegiatan pra-TMMD telah di mulai sejak tanggal 17 Juni 2020. TNI hanya sebagai bagian dari seluruh pelaksana kegiatan TMMD, yang melibatkan masyarakat dan pemerintahan setempat.

Keberadaan TNI adalah untuk membantu Pemda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesan. (Rilis/Andi/SGO)

Hayyyy  hallo..... Mas, Mba... Sis  Bro... dah pada daftar menjadi mahasiswa baru UGJ belum.....ituloh Universitas Swadaya Gunung Jati.... Dulu kalian mengenalnya dengan Unswagati

Diatas ada panduan cara mendaftar online via fasilitas BJB ya....? dan juga panduan untuk melakukan heregistrasi/registrasi bagi yang sudah dinyatakan Lulus....

Semoga kalian bisa lulus dengan jurusan/program studi yang dicita-citakan

Kuliah....kuyyy ke UGJ