Tolak PHK Sepihak, Karyawan PT Tata Karya Rubiberindo Gelar Aksi Damai

oleh

CIREBON, (SGOnline).-

Ratusan karyawan PT Tata Karya Rubiberindo menggelar aksi unjukrasa. Demo yang digelar di halaman Kantor Disnaker Kabupaten Cirebon, Jalan Cipto MK Kota Cirebon, ini menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak, Kamis (9/7/2020).

Dengan membawa spanduk dan bendera serikat pekerja serta dikawal ketat aparat kepolisian, mereka meminta pemerintah daerah ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Pekerja tidak ingin menjadi korban PHK sepihak tanpa alasan jelas.

Juru bicara aksi, Machbub, mengatakan, aksi unjuk rasa ini merupakan kali kedua. Mereka menolak PHK dan meminta agar perusahaan mempekerjakannya kembali. Selain itu, PHK diduga dilakukan di luar mekanisme yang berlaku.

“Kami dari Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Cirebon Raya menolak PHK sepihak yang dilakukan manajemen PT Tata Karya Rubiberindo Cirebon terhadap seluruh karyawannya,” tandas dia.

Harus sesuai mekanisme

Dijelaskan Machbub, PHK dilakukan dengan dalih pandemik covid-19. Padahal dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 151 ayat 1 disebutkan, pengusaha, pekerja buruh, serikat pekerja buruh dan pemerintah berupaya dengan segala cara agar tidak terjadi PHK.

Dalam pasal 152 ayat 1 juga diatur, PHK harus mendapatkan penetapan dari lembaga penyelesaian hubungan industrial. Artinya, pengusaha sebelun melakukan PHK harus melakukan permohonan penetapan PHK secara tertulis kepada ke lembaga penyelesaian hubungan industrial disertai alasannya.

“Perusahaan juga langsung menutup usahanya saat proses pekerjaan berjalan seperti biasa. Jika memang harus ditutup, maka harus melalui mekanisme yang benar. Untuk itu, kami menolak PHK dan penutupan perusahaan secara sepihak,” tegasnya. (Erwin/SGO)