Uu Minta Jurnalis Perbanyak Penulisan Humas Interest

oleh

MAJALENGKA, (SGOnline).-

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), H Uu Ruzhanul Ulum, mengingatkan, peran dan fungsi media massa, seperti cetak, elektronik, online dan radio sangat luar biasa. Selain mampu memberikan informasi dengan jangkuan yang sangat luas, media pun mampu membangun opini publik.

Hal itu ditegaskan Uu saat bersilaturahmi ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Minggu (5/7/2020).

Turut mendampingi Wagub Jabar, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Pepep Saeful Hidayat dan anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Fajar Shidiq. Kehadiran rombongan diterima Ketua PWI Majalengka, Jejep Falahul Alam dan jajaran pengurus lainnya.

Menurut Uu Ruzhanul Ulum, wartawan itu ratu dunia. Pengakuan itu terungkap dalam lagu qosidah. Sebab, insan pers mampu mengarahkan dan memberikan informasi kepada masyarakat, baik sifatnya positif maupun negatif.

“Dalam lirik lagu itu, wartawan bisa memuji atau mencaci. Jadi, aktivitas dunia ini salah satunya tergantung bagaimana informasi yang diberikan pers kepada khalayak,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Bukan berita hoax

Maka dari itu, ia yang saat ini duduk di pemerintahan, meminta kepada seluruh jurnalis agar memberikan informasi yang edukatif, hiburan, persatuan dan kesatuan serta bukan berita bohong (hoax). Soalnya, berita hoax, berdampak luar biasa terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Kita juga (pemerintah, Red) tidak alergi kritik dan itu sudah menjadi fungsi media sebagai kontrol sosial. Namun kalau ada kekurangan atau kritik terhadap pemerintah, bisa disampaikan dengan cara baik sesuai peraturan hukum yang berlaku,” ujar pria kelahiran 10 Mei 1969 ini.

Media pun, sambung Uu, selain kritik sosial, harus juga memberikan informasi yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, atau berkaitan dengan human interest (tentang kemanusian).

“Contohnya kemarin, saya dapat informasi di media warga miskin di Sukabumi yang terlantar. Lalu, di Cianjur jalan rusak. Saya langsung terjun ke lapangan. Itulah salah satu fungsi media yang memberikan manfaat bagi publik,” papar suami Lina Marlina ini.

KEJ dan Dewan Pers

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam, mengatakan, wartawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik (KEJ), peraturan Dewan Pers dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Bahkan kami dari PWI Majalengka membuat baliho besar di Sekretariat PWI, menyangkut 11 poin kode etik jurnalistik. Ini untuk menghindari praktik berita bohong, mengadu domba, pentingnya hak jawab dan koreksi, cover both side, dll,” tutur alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini.

Jejep mengaku berterima kasih atas saran dan masukan dari Wakil Gubernur Jabar untuk mengingatkan wartawan agar tidak melenceng dari tugas dan fungsinya.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Wagub, Pak DPRD Jabar, Pak DPRD Majalengka, di tengah kesibukanya dapat bersilaturahmi dengan para jurnalis asal Majalengka di Sekretariat PWI,” terangnya. (Rilis/Ruddy/SGO)