Uu: Pesantren Agniya Mohon Membantu Ponpes yang Membutuhkan

oleh -290 views


KUNINGAN, (SGOnline).-

Salah satu poin yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat di masa pandemi covid-19 adalah pondok pesantren. Hal itu terlihat dari materi Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

Keputusan yang ditetapkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Kamis (11/6/2020) tersebut, berisi 15 protokol kesehatan umum, 6 protokol kedatangan kiai, santri, asatidz, dan pihak lain, serta 7 protokol di masjid.

Dalam kunjungan kerja ke obyek wisata Waduk Darma, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (14/6/2020), mengatakan, salah satu pondok pesantren (ponpes) yang dikunjungi di Kabupaten Kuningan, adalah At-Thohiriyah, Darmaloka. Ponpes terlihat belum siap dalam menerapkan SOP covid-19.

“At-Thohiriyah kelihatannya belum siap melaksanakan SOP Covid-19, baik untuk penerimaan murid baru, maupun kembalinya para santri. Mereka masih mengajukan permohonan ke pemkab dan baru mau mengajukan ke Pak Gubernur,” paparnya.

Hal itu berarti, tambah Wagub, pesantren tersebut belum siap melaksanakan protokol covid-19 di lingkungan ponpesnya. “Bagi pesantren yang belum siap menerapkan protokol covid-19 sesuai keputusan gubernur, maka pesantren ini akan dikenakan sanksi sesuai yang tertuang dalam bab tiga,” tutur Wagub.

Tidak berat

Sanksinya tidak berat, yaitu teguran lisan, teguran tertulis, denda minimal Rp 100.000 hingga Rp 250.000. “Tidak berat, seperti pabrik atau mal yang langsung ditutup. Sanksi ini pun dikembalikan kepada Bupati Kuningan sebagai pimpinan daerah. Kami hanya membuat rambu-rambu dan rekomendasinya saja,” ungkapnya.

READ  Anggota Koramil 1513/Garawangi Gelar Gakplin di Depan Terminal Kertawangunan

Wagub Jabar pun berharap kepada masyarakat Kuningan, tetap melaksanakan imbauan pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat.

“Karena hanya ketaatan bersama dan ketegasan aparat yang mampu minimalisir reproduksi corona, yang kini sudah mulai berkurang. Semoga masyarakat Kuningan tetap istiqomah dalam protokoler covid-19,” ucapnya.

Selain itu, Uu pun mengapresiasi ponpes yang sudah bisa mandiri, seperti Ponpes Darussalam. Kendati belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun ponpes tersebut bisa melaksanakan protokol covid-19.

“Kami berharap, bagi pesantren yang agniya atau ponpes yang berlebih, bisa membantu ponpes yang lainnya. Apabila ada agniya-agniya yang ingin membantu ponpes, utamakan terlebih dahulu untuk membantu kebutuhan protokoler Covid-19,” tutur dia. (Ruddy/SGO)