Waduk Darma Jadi Ikon Wisata Jawa Barat

oleh -133 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Tahun 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merevitalisasi empat kawasan perairan menjadi wisata air juara yang menjadi program unggulan pemprov. Empat kawasan saluran air multifungsi waduk dan situ, yakni Kalimalang (Kota Bekasi), Situ Rawa Kalong (Kota Depok), Situ Ciburuy (Kabupaten Bandung Barat) dan Waduk Darma (Kabupaten Kuningan). Adapun revitalisasi Waduk Darma tahap pertama sudah dimulai pada awal bulan Oktober 2019.

Kepala Resort Waduk Darma, Adam Firdaus mengatakan, revitalisasi tahap awal Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencairkan dana sebesar Rp 9,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan pekerjaan persiapan, gate-1, gazebo (3 unit), lansdcape (taman), plaza A dan B, serta tempat parkir depan.

“Proses pembangunan tahap awal akan memakan waktu selama tiga bulan, dan target penyelesaian diprediksi bulan Desember akhir. Maka dari itu pengerjaannya pun 24 jam, dibagi 2 shift,” ungkapnya.

Adam lebih jauh menjelaskan, revitalisasi Waduk Darma tahap dua akan dilanjutkan kembali pada tahun 2020, meliputi masjid, gedung serbaguna, gedung/kantor pengelola, food court dan cotage 11 unit.

“Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan camping ground 9 unit, gazebo 4 unit, ground tank, ruang genset, menara air, wahana bermain, board walk, sclupture , dan kolam retensi,” ujarnya, Minggu (13/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Adam yang didampingi Kepala Unit Wisata Waduk Darma, Kiki mengajak wartawan Surya Grage Online untuk berkelilingi menaiki wahana perahu milik warga sekitar dan menikmati kuliner.

Udara sejuk nan alami mengiringi perjalanan kami, di sekitar kanan kiri terlihat pulau-pulau kecil yang hanya bisa dijumpai saat volume debit air surut, yaitu pulau batu datar. “Karena musim kemarau tahun ini, lebih panjang dibandingkan tahun kemarin, maka debit air pun mencapai titik terendah, sehingga Pulau Batu Datar bisa terlihat,” ujarnya.

Ada beberapa pulau yang berada di tengah-tengah Waduk Darma, di antaranya Bunjul Sirem yang saat ini terlihat dijadikan lahan pertanian oleh penduduk sekitar saat sedang surut, kemudian Bunjul Goong yang dipenuhi dengan pepohonan lebat dan terdapat makam yang dianggap keramat oleh warga sekitar, yaitu makam Mbah Jagaraksa. Konon di Pulau Bunjul Goong bila malam hari sering terdengar bunyi Gong, selanjutnya Gunung Munjul Bangke.

Kiki, yang merupakan warga Darma mengungkapkan, dinamakan Gunung Munjul Bangke karena dahulu bukit tersebut sering berbau amis. “Yang di sebelah sana bernama Gunung Munjul Bangke, kareena identik dengan ikan, jadi Gunung Munjul Bangke dulunya sering berbau amis,” ungkapnya.

Pemandangan yang menarik saat perahu mulai ke tengah, Anda akan menjumpai 4.500 keramba milik penduduk sekitar. Ya, selain menjadi obyek wisata, Waduk Darma juga merupakan sumber penghidupan warga setempat, banyak warga yang menggantungkan hidupnya dan menjadi sumber air bagi yang dikelola oleh PDAM Tirta Kemuning.

Namun sayangnya dengan banyaknya keramba, akan mempengaruhi kualitas air bersih yang berasal dari waduk darma, sehingga tak jarang konsumen PDAM mengeluhkan adanya kotoran bekas pakan ikan yang terbawa.

Setelah berkeliling, kami pun mencoba kuliner khas Waduk Darma, yaitu sambal kecap, sambal terasi, karedok, tumis petay, tutug oncom, sambal goreng peda dan yang paling menggugah selera adalah ikan mujaer bakar yang baru saja dipancing, ada rasa manis, dan tidak berbau amis. Hmm Yummy sekali!

Pantas saja obyek wisata Waduk Darma akan dijadikan ikon wisata Jawa Barat, karena keindahannya , kuliner dan potensi kekayaan alamnya begitu besar. (Andin/SGO)