Warga Bayuning Bangkitkan Kembali Kejayaan Kecap Kuningan

oleh

KUNINGAN, (SGOnline).-

Masyarakat Sunda, termasuk Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dalam membuat masakan tampaknya tidak akan pernah lepas dari kecap. Ya, kecap memiliki peran tak tergantikan saat meracik masakan khas Sunda

Sebut saja, tahu kecap (hucap), lotek, karedok, ikan bakar dan lain sebagainya. Dulu, di Kabupaten Kuningan ada produk kecap lokal. Produknya berasal dari Desa Cikadu, Kecamatan Nusa Herang.

Namun seiring perkembangan zaman, banyaknya pesaing, baik dari perusahaan lokal dari kota lain maupun perusahaan besar, membuat kecap asal Desa Cikadu pun tak berdaya.

Atas dasar itulah, Eek Suparsa, warga kreatif asal Desa Bayuning, tergugah membangkitkan kembali produk tersebut. Namun dengan merk dan kemasan yang berbeda.

Izin Dinkes

Dengan membawa nama UMKM Bayu Asih, produksi kecap Bayu Asih pun dimulai Eek sejak November 2019 lalu. Kini memiliki empat varian dan harga. Pertama, kecap Bayu Asih (Gold) untuk oleh-oleh khas Kuningan.

Kemudian yang kedua, kecap Sunda (Silver) untuk pedagang menengah. Ketiga, kecap aroma (Premium) untuk pedagang kecil dan keempat, kecap edoot, yang masih dicoba diproduksi untuk rumah tangga.

“Rasanya berani dibandingkan dengan produk sejenis lainnya dan bisa dicoba. Harganya pun sangat terjangkau. Untuk pedagang silakan mencoba produk kami,” kata Eek kepada sejumlah awak media, Senin (6/7/2020).

Saat ini, produksi kecap Bayu Asih yang diakuinya mengantongi izin Dinas Kesehatan itu, sudah mendapatkan pelanggan tetap dari kalangan pedagang pasar, rumah makan dan pedagang makanan.

Luar Kuningan

Adapun varian rasa yang dibuatnya hingga saat ini masih satu, yakni rasa kecap manis. Bahan-bahan pendukung pembuatan kecap, seperti gula, rempah-rempah dan kedelai masih didatangkan dari luar Kuningan.

Dengan metode pembuatan kecap yang masih manual dan tradisional, pabrik kecap rumahan yang dikelola Eek memiliki enam karyawan yang diambil dari keluarganya.

Ia berharap, upaya menghidupkan kembali kecap asli Kuningan yang sedang digelutinya ini mendapat dukungan semua pihak. Sebab, jika berkembang bisa menyerap tenaga kerja lokal. (Ruddy/SGO)