Warga Garut Diduga Bikin Game Hina Nabi

oleh -56 views

GARUT, (SGOnline).-

Seorang warga Desa Suci, Kecamatan Karang, Pawitan, berinisial IG (38) diamankan tim cyber crime Mabes Polri pada Sabtu (9/11/2019) dari kediamannya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. IG diduga membuat game isinya menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Isi game yang diduga menistakan Islam dan Nabi Muhammad SAW itu diketahui setelah salah satu pengguna akun twitter mengunggah gambar konten game tersebut pada Sabtu (9/11/2019).  Isinya unggahan Twitter itu, yakni saat pemain menunggu pemain lain ada empat kalimat yang menistakan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Dalam akun twitter disebutkan, pemilik akun aplikasi game online dalam playstore adalah IG, termasuk juga disertakan alamat yang bersangkutan. Pemilik akun pun sempat membuat klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf karena isi kontennya di luar pengetahuan IG.

Reaksi MUI Garut

Ketua MUI Kabupaten Garut, Siradjul Munir mengecam adanya temuan game yang menghina itu. Dia pun berharap agar kasus tersebut segera terungkap dengan jelas siapa yang telah dengan nyata menistakan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.  “Kita telah menerima informasi akan aplikasi itu. Kita berharap agar polisi dengan cepat mengungkap karena aplikasi tersebht sudah sangat meresahkan,” ujar Siradjul, Senin (11/11/2019).

Dari informasi yang diterimanya, seorang warga memang sudah dicokok polisi. Oleh karena itu, dia pun mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya hal tersebut.  “Kalau terpancing malah jadinya tujuan mereka tercapai. Percayakan kasus ini akan ditangani oleh pihak kepolisian dengan baik,” kata dia.

Kronologi Penangkapan IG

Ketua RW 07, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Hilal Judin (44) membenarkan jika salah seorang warganya berinisial IG (38) diamankan polisi pada Sabtu (9/11/2019) malam. Dia menyebut bahwa IG dijemput pihak kepolisian di rumah mertuanya yang masih satu desa.

Hilal menyebut, awalnya dia menerima telepon dari salah seorang anggota Polres Garut agar datang ke tempat yang disebutkan, yaitu rumah IG. Saat itu sendiri ia tengah bersiap untuk menghadiri pengajian Maulid Nabi di salah satu masjid di lingkungan RW 07.

“Awalnya saya tidak mengetahui secara jelas persoalannya apa, tapi saya datang saja. Pak RT juga sudah tampak di sekitar rumah IG dan yang berkomunikasi lebih jauh juga pak RT,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (11/11/2019).

Selang beberapa saat, atau sekitar pukul 20.30 IG bersama sejumlah anggota polisi datang ke rumah IG. Di sana kepolisian melakukan penggeledahan di dalam rumah. Hilal mengaku tidak menyaksikan secara langsung proses penggeledahan, hanyak menyaksikan saja dari luar rumah. Ia mengungkapkan jika proses penggeledahan dilakukan sampai pukul 23.00 WIB.

Pihak kepolisian yang diperkirakan mencapai 12 orang itu membawa sejumlah barang dari dalam rumah seperti telepon genggam, laptop, buku, dan lainnya. “Dari informasi yang saya terima, sebelum melakukan penggeledahan Pak IG ini dibawa dari rumah mertuanya. Karena memang yang orang sini itu istrinya. Kalau Pak IG ini aslinya orang Ciwalen,” ucapnya.

Hilal mengungkapkan,  ia cukup mengenal sosok IG. IG diketahui awalnya mengontrak sebuah rumah dan berselang setelahnya membeli kavling tanah di wilayahnya dan membangun rumah. “Saya taunya Pak IG ini sebagai konsultan, tapi saya kurang tau juga apa pekerjaannya. Tapi warga di sini taunya Pak IG ini kerjanya malam hari,” katanya.

Rajin beribadah

Hilal menyebutkan, ia tidak percaya jika IG membuat aplikasi permainan yang menistakan agama dan Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menurutnya sangat bertolak belakang dengan ibadahnya yang sangat rajin dan secara sosial pun sangat baik.

“Beliau enggak neko-neko orangnya. Kalau salat lima waktu selalu di masjid. Secara sosial juga bagus. Kalau ada acara masyarakat juga selalu mendukung,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut Hilal, sejumlah warga sempat ada yang akan melakukan reaksi. Namun hal tersebut ia cegah karena apa yang terjadi belum tentu dilakukan oleh IG. (Tim SGO/dari berbagai sumber)