Warga Panjunan yang Hasil Rapid Test Reaktif Disarankan Tinggal di Gedung BKKBN

oleh -280 views

CIREBON, (SGOnline).-

Warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon yang divonis reaktif berdasarkan hasil rapid test dipersilakan tinggal di Diklat BKKBN, karena mereka segera menjalani tes swab.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menjelaskan, rapid tes massal di Kelurahan Panjunan, khususnya RW 01 dan RW 10, sebenarnya ditargetkan 200 hingga 300 orang. “Tapi yang datang 169 orang,” ungkapnya saat press conference secara virtual di PSC 119, Kamis, (4/6/2020).

Selanjutnya untuk warga yang rapid test-nya reaktif, langsung dilakukan tes swab dengan PCR di RSD Gunung Jati. Bagi mereka yang khawatir akan menularkan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya, disarankan untuk tinggal di gedung Diklat BKKBN di Jalan Sudarsono dan akan disediakan makan sehari tiga kali.

Tidak hanya itu, ruangan istirahat juga dinilai Edy Sugiarto sangat memadai, karena satu kamar terdiri dari 2 hingga 3 bed dengan 2 kamar mandi di dalamnya. Warga yang hasil rapid test-nya reaktif diketahui pernah kontak langsung dengan warga yang positif terpapar covid-19 di Kelurahan Panjunan.

Langkah strategis

Sekalipun saat ini sudah memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB), Dinkes Kota Cirebon hingga Desember 2020 tetap melakukan langkah-langkah strategis untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Mulai dari Testing, tracing, isolating dan treatment (detect prevent response). “Tes kita perbanyak, tracing dan tracking juga kita lakukan,” ungkap Edy.

AKB, ditegaskan dia, tidak meniadakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Justru masyarakat harus terbiasa dengan kebiasaan baru yang dilakukan saat ini. Mulai dari menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak.

Untuk rapid test selanjutnya, sasaran ditujukan ke sejumlah pasar tradisional, mulai dari Pasar Jagasatru, Pasar Kanoman dan Pasar Kramat. “Minggu depan kita lakukan rapid test secara acak,” ungkap Edy. Setelah itu akan bergeser ke sejumlah rumah makan yang ada di Kota Cirebon. (Rilis/Andi/SGO)