Warga Pertanyakan Penggunaan Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kuningan

oleh -211 views

KUNINGAN, (SGOnline).-

Optimalisasi penggunaan anggaran pemeliharaan jalan di Kabupaten Kuningan dikritisi warga. Meskipun dinas terkait melakukan penambalan jalan berlubang di beberapa tempat, namun upaya tersebut dinilai tidak maksimal dan masih menyisakan masalah di kemudian hari.

Jahid (35 tahun), warga Kecamatan Kuningan, mengungkapkan keluhannya pada sejumlah awak media di rumahnya, Kamis (23/7/2020). “Tujuannya kan untuk pemeliharaan jalan, bukannya penambalan. Pemeliharaan itu tentunya harus bisa optimal mengembalikan kondisi jalan jadi mulus lagi,” tuturnya.

Pemeliharaan jalan itu, lanjut dia, juga ditujukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, akibat kontur permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang. “Ini mah ditambal, tapi bekas tambalannya malah menimbulkan masalah baru. Soalnya, permukaan tambalan yang lebih tinggi dari aspal sebelumnya, tambah garinjul (bergelombang),” ucapnya.

Seperti di Jalan Baru Awirarangan-Windusengkahan. Jalan tersebut sering kali ditambal. Padahal proses pengerjaannya sekitar tahun 2013 sampai sekarang selalu ditambal, ketika jalan itu banyak lubangnya. “Jangan sampai sifatnya hanya sementara saja, tapi kualitas penambalan pun harus diutamakan agar bisa awet, dan tidak menghamburkan APBD,” harapnya.

Harus mulus

Jahid pun menyontohkan jalan-jalan di wilayah perdesaan. Seperti jalan Sindangsari, Jalan Kedungarum, Jalan Lengkong – Tambakbaya, dan jalan dekat BTN Cigugur. Ia melihat hanya ada upaya penambalan jalan berlubang saja, tanpa ada upaya memperbaiki apa yang menyebabkan jalan itu selalu berlubang.

“Tentunya, hal ini juga yang perlu diperhatikan dari sisi kualitas dan kuantitasnya. Utamakan keselamatan pengendara, selain berhati-hati juga kondisi jalan harus mulus,” jelasnya.

Pemprov Jabar, diterangkan Jahid, sudah merancang untuk infrastruktur harus mulus, sehingga sangat dirasakan manfaatnya. “Intinya, kami sebagai warga yang juga bayar pajak, ingin agar pemerintah bisa mengoptimalkan anggaran pemeliharaan jalan, agar tidak terbuang hanya untuk upaya sementara,” pintanya. (Ruddy/SGO)