Wow, 758 Kendaraan Plat Merah Belum Bayar Pajak

oleh -52 views

INDRAMAYU, (SGOnline).-

Kasi Pendataan dan Penetapan Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (D3P) Samsat Wilayah Kabupaten Indramayu 1, Kusmana mengatakan, sekitar 758 kendaraan plat merah atau kendaraan dinas roda dua dan roda empat di Kabupaten Indramayu belum melunasi pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) atau kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) karena melebihi lima tahun belum membayar PKB.

Dikatakan dia, data yang masuk sejak tahun 2014-2018 terdapat sekitar 3.490 kendaraan dinas, dari jumlah tersebut terdapat sekitar 758 unit kendaraan dinas roda dua maupun roda empat atau setara 21,71 persen yang belum membayar PKB hingga lima tahun dan masuk ke dalam KTMDU. “Apabila melihat data sebelumnya, jumlah kendaraan dinas yang menunggak mengalami penurunan,” jelasnya, Kamis (14/11/2019).

Turunnya jumlah tersebut, kata dia, salah satunya dikarenakan dampak dari pemberlakuan pembebasan denda pajak yang telah diterapkan sejak tanggal 10 November dan akan berakhir pada tanggal 10 Desember 2019 nanti dan gencarnya operasi razia kendaraan bermotor.

Hal itu dapat dilihat pada hari pertama pembebasan denda pajak terjadi peningkatan signifikan hingga melebihi 100 persen atau sekitar 1.500 unit kendaraan yang melakukan proses PKB. Sementara pada hari biasanya diantara 600-700 yang melakukan proses PKB. “Sebenarnya program pembebasan denda pajak kendaraan sangat membantu meringankan para pemilik kendaraan, khususnya kendaraan yang menunggak pajak,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, kendati demikian pihaknya mengaku kurang paham apakah yang masuk KTMDU itu kendaraannya masih ada, pindah nama karena proses lelang, rusak, tidak dipakai dan lainnya. Pasalnya belum ada data terbaru dari Pemkab Indramayu.

Pihaknya pernah meminta data terbaru kendaraan plat merah dari Bidang Aset pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu namun hingga saat ini belum ada. “Data itu diperlukan untuk validasi data kendaraan bermotor plat merah. Jika misal kendaraanya sudah tidak ada karena proses lelang, rusak, tidak dipakai agar dilaporkan ke Samsat untuk dihapus. Intinya, karena belum ada laporan maka kendaraan plat merah yang sudah dilelang, rusak dan sebagainya masih terdata di Samsat. Ironinya itu masuk data KTMDU,” pungkasnya. (Rat/SGO)